Langsung ke konten utama

Tempoyak Aman Dikonsumsi ?



makanankhaspontianak.wordpress.com



Sudah tahu dengan makanan yang satu ini ?

Yak betol, tempoyak. Makanan khas nusantara ini berasl dari daging durian yang difermentasi. Durian??? Fermentasi ??? WTF (what the food)??? 😱😱

Bagi haters-nya durian pasi udah ngebayangin gimana aromanya, ditambah lagi dengan proeses fermentasi. Waduh, sayangnya itu masalah anda, ya.. 😆

Tapi untuk yang toleran dengan durian, ini sangat recomended untuk dicoba. Wilayah Kalimantan dan Sumatera, tempoyak sangat terkenal, lo . Ada ungkapan utuk orang yang berkunjung ke Kal-Bar "Kalau ndak makan tempoyak, ndak sah". Nah, artinya sama aja kalau kamu belum benar-benar berkunjung ke Kal-Bar kalau belum merasakan makanan yang satu ini.

Teksturnya sama dengan daging durian pada umumnya, tapi rasa dan aroma nya lebih kuat dan lezat karena sudah berpadu dengan bau fermentasi durian dan bumbu-bumbu yang mantap serta padua bahan lainnya, seperti ikan teri, udang dan ikan, aduhaii sedap ... (terkhusus bagi pencinta durian dan olahnnya ya).
 

Asal Mula Tempoyak

Asal mula pengolahan daging durin menjadi tempoyak ini berawal dari melimpahnya hasil panen durian dan terdapat buah-buah durian yang rusak karena jatuh atau dirusak binatang sehingga menurunkan nilai jual buah. Daging-daging buah durian tersebut disimpan agar dapan dikonsumsi dikemudian hari. Namun, penyimpanan yang lama ternyata merubah bau serta cita rasa dari daging buah durian tersebut menjadi lebih sedap. Seiring berjalannya waktu, bumbu-bumbu juga mulai ditambahkan pada panganan ini sehingga rasanya lebih lezat lagi dan dikonsumsi melalui proses pemasakan lagi.

Pengolahan Tempoyak

Pembuatan tempoyak dapat dilakukan dengan dua cara fermentasi, yaitu dengan cara konvensional (fermentasi tanpa menambahkan ragi) dan cara fermentasi dengan menambahkan ragi. Namun, masyarakat lebih memilih melakukan pembuatan tempoyak secara konvensional karena selain sudah merupakan kebisaaan, cara ini lebih mudah dan murah. Pembuatan tempoyak, yaitu dengan cara memisahkan daging buah durian yang matang dari bijinya kemudian ditaburi garam dan cabe rawit agar menambah cita rasa dan mempercepat proses fermentasi tempoyak. Setelah itu, adonan disimpan di tempat yang tertutup rapat (dapat juga menggunakan bambu yang ditutup rapat dengan daun pisang) kemudian disimpan selama 3-5 hari dalam suhu ruangan dan terhindar dari sinar matahari langsung. Semakin lama adonan tempoyak tersebut disimpan, maka semakin enak pula cita rasa dari tempoyak tersebut.

Tempoyak Aman Konsumsi ?

Namun, seperti yang kita ketahui bahwa tempoyak adalah makanan dari hasil fermentasi. Suatu makanan yang mengalami proses fermentasi pasti akan menghasilkan senyawa-senyawa yang beragam. Senyawa-senyawa yang muncul dari reaksi yang terjadi terhadap makanan tersebut mungkin belum tentu senyawa yang baik bagi tubuh. Salah satu hasil dari fermentasi adalah senyawa alkohol yang kurang layak ada dalam makanan yang apabila dalam kadar tinggi dapat menimbulkan rasa mabuk bagi konsumennya. 

Loh, bagaima dengan kandungan yang ada pada tempoyak ? dan bagaimana kandungan alkohol pada tempoyak tersebut ?

Berdasarkan data dari artikel Isi Kandungan Tempoyak Durian-Komposisi Nutrisi Bahan Makanan yang dipublikasikan www.organisasi.org pada 13 Desember 2012 yang bersumber dari berbagai publikasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dan sumber lainnya, dinyatakan bahwa tempoyak durian mengandung :
  • energi sebesar 142 kilokalori
  • protein 2,7 gram
  • karbohidrat 22,7 gram
  • lemak 4,6 gram
  • kalsium 190 miligram
  • fosfor 45 miligram
  • zat besi 2,9 miligram. 
  • juga terkandung vitamin A, B1 dan C6.
Hasil tersebut didapat dari penelitian terhadap 100 gram tempoyak durian, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %. (hasil riset kandungan tempoyak dapat saja berbeda karena dipengaruhi berbagai faktor dalam proses pembuatannya).

Dalam Keputusan Kepala BPOBATM RI tentang Ketentuan Pokok Pengawasan Suplemen Makanan pasal 18 ayat 4, menyatakan “Suplmen makanan dalam bentuk cairan per oral dilarang mengandung etil alcohol dengan kadar lebih dari 5 (lima) %”. Sedangkan, dalam sebuah wawancara salah satu stasiun televisi tentang kandungan tempoyak durian, Hilda Wahyuni (ahli gizi) menyatakan bahwa kandungan alcohol pada tempoyak durian hanya berkisar antara 1-2 % saja, sehingga makanan tersebut tergolong boleh untuk dikonsumsi.

Ternyata, terdapat banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh dalam tempoyak durian. Walaupun terdapat seyawa alcohol di dalamnya, hal itu tidak berpengaruh buruk pada kesehatan tubuh konsumen. Dalam hal ini, lengkap sudah status tempoyak sebagai salah satu makanan yang selain memiliki cita rasa yang lezat juga mengandung gizi yang baik.

Jadi, ngak perlu khawatir lagi untuk mengkonsumsi tempoyak. Panganan Nusantara juga banyak yang sehat dan tentunya kita juga pasti akan bangga jika pangan Nusantara dapat terkenal di mancanegara. Atau bahkan dengan melestarikan panga Nusantara dapat membuka "lahan usaha" bagi pengusaha kecil dan menengah lokal dalam bidang kuliner ini untuk mengembangkan ide kreatif melalui pengolahan tempoyak. tentunya dengan memperhatikan standar kesehatan, kehalallan dan kebersihan serta aspek standar produksi pangan lainnya, sehingga dapat bersaing di dalam maupun luar negeri. 

Komentar